Selama menjalani perawatan prenatal, ada beberapa jenis tes yang ditawarkan kepada semua wanita hamil (tes skrining) dan ada pula beberapa jenis tes yang ditawarkan hanya kepada wanita/pasangan suami-istri yang memiliki faktor resiko (tes diagnostik).
Tidak ada tes yang sempurna. Seorang bayi mungkin saja terlahir dengan kelainan bawaan meskipun hasil tesnya negatif. Jika tes memberikan hasil yang positif, biasanya perlu dilakukan tes lebih lanjut.
Tes skrining
Tes skrining dilakukan meskipun seorang wanita hamil tidak memiliki gejala maupun faktor resiko.
Bila tes skrining menunjukkan hasil positif, dianjurkan untuk menjalani tes diagnostik.
Skrining prenatal bisa membantu menentukan adanya infeksi atau keadaan lain pada ibu yang berbahaya bagi janin dan membantu menentukan adanya kelainan bawaan tertentu pada janin.
Tes skrining terdiri dari:
|
· Pemeriksaan darah · Pemeriksaan USG. Tes diagnostik Tes diagnostik biasanya dilakukan jika tes skrining memberikan hasil positif atau jika wanita hamil memiliki faktor resiko. · Amniosentesis · Contoh vili korion · Contoh darah janin · Pemeriksaan USG yang lebih mendetil. Kelainan bawaan yang bisa diketahui melalui skrining prenatal adalah: · Defek tabung saraf (spina bifida, anensefalus) · Sindroma Down · Kelainan kromosom lainnya · Kelainan metabolisme yang diturunkan · Kelainan jantung bawaan · Kelainan bentuk saluran pencernaan dan ginjal · Sumbing bibir atau langit-langit mulut · Kelainan bawaan tertentu pada anggota gerak · Tumor bawaan. |
Supported by
CLINIC FOR CHILDREN
Yudhasmara Foundation
JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010
phone : 62(021) 70081995 – 5703646
http://childrenclinic.wordpress.com/
Clinical and Editor in Chief :
DR WIDODO JUDARWANTO
email : judarwanto@gmail.com
Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.







